Ini Kronologi Penangkapan Diduga Intel Asing di Kalimantan Utara

 

DERAKPOST.COM – Imigrasi beberkan kronologi penangkapan 6 orang yang diduga intel asing berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kronologi enam orang ditangkap Satgas Marinir Ambalat XVIII di perbatasan Indonesia dan Malaysia, di Pulau Sebatik.

Kantor Imigrasi Nunukan menjelaskan, 6 orang yang ditangkap ini, hari Rabu (20/7/2022). Enam orang yang diduga intel itu terdiri dari yaitu 3 warga negara asing, yakni LS (40), HK (40), dan BJ (45). Kemudian ada tiga warga negara Indonesia yakni EW (23), TR (40), dan YY (40).

Mereka diduga melakukan spionase karena temuan foto-foto patok batas, pos penjagaan militer, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Pihak TNI telah menyerahkan mereka ke pihak imigrasi.
“YY mengajak koleganya BJ merupakan warga negara China itu masuk wilayah Indonesia melihat proyek pembangunan jembatan antara Tawau dan Sebatik, Malaysia,” kata Washington Saut Dompak dikutip dari RMOL.id.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2022), menyebut, bahwa, BJ bekerja sebagai direktur pada perusahaan yang masuk Indonesia untuk dapat melihat proyek pembangunan jembatan antara Tawau dan Sebatik, Malaysia. BJ datang sama HK yang bekerja sebagai insinyur di perusahannya.

“Karena tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik, BJ mengajak anggotanya, HK, warga Malaysia. Kemudian YY pun mengajak LS waga negara Malaysia. Karena ingin melihat kondisi geografis sebatik wilayah Indonesia, Kabupaten Nunukan, YY mengajak ketiga WNA tersebut masuk Indonesia pada 20 Juli melalui Pos Lintas Batas Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan” ujar Washington.

BJ disebut masuk menggunakan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK/VOA) Khusus Wisata. Sedangkan HK dan LS menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) karena mereka warga negara Malaysia. YY dan ketiga WNA itu, kata Washington, yang kemudian dijemput pengemudi disewa YY ketika tiba di Kabupaten Nunukan, untuk menuju hotel.

“Kemudian mereka itu langsung menuju Kecamatan Sebatik untuk melihat lokasi terdekat pada pembangunan jembatan penghubung antara Tawau dan Sebatik, Malaysia. Namun, lokasi itu termasuk objek vital yang berada di lingkungan TNI Angkatan Laut. Kedatangan mereka membuat satgas marinir yang bertugas menanyakan identitas dan tujuannya,” katanya.

Setelah itu, keenam orang diserahkan kepada petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan dilakukanyabpemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan itu, mereka tidak mengetahui salah satu lokasi tempat mereka berfoto adalah objek vital, yaitu pos perbatasan dan markas marinir yang ada di Sebatik wilayah Indonesia, Kabupaten Nunukan.

“Mereka mengakui tujuan kedatangan ke Sebatik, Kabupaten Nunukan untuk melihat kondisi geografis lokasi secara terdekat jembatan yang akan dibangun dari Tawau menuju Sebatik, Malaysia,” kata Washington. Ia pun, mengatakan, jajarannya sama aparat penegak hukum terkait bakal melakukan gelar perkara bersama pada Senin (25/7/2022).

Kejadian tersebut masuk sebagai kasus tindak pidana keimigrasian atas dugaan melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Tiga WNA ini ada berada di ruang detensi imigrasi selama 30 hari mendatang. Hal itu sesuai dengan aturan dalam Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. **Rul

asingIntelKronologi
Comments (0)
Add Comment