DERAKPOST.COM – Diketahui, sekarang ini gerbang pintu masuk Hutan Kota berada di belakang Kantor Bupati Rohul telah ditutup sampai batas waktu tak ditentukan. Sebab ada seekor beruang madu moncong putih, itu perawakan besar berwarna hitam yang muncul di kawasan tersebut.
Keberadaan hewan satwa liar itu berada pada aktivitas masyarakat yang ramai. Ini berpotensi menjadi ancaman keselamatan warga sekitarnya, termasuk pegawai yang berkantor di Kompleks Perkantoran Bina Praja Rohul. Pemerintah ini melalui BPBD Rohul dan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rokan meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau untuk segera menindaklanjuti keberadaan hewan itu.
Mereka diminta lakukan relokasi terhadap beruang madu diperkirakan keberadaannya masih di hutan kota Pasirpengaraian, yang seluas 6,97 hektare itu. “Surat BPBD Rohul terkait permintaan bantuan pengendalian populasi beruang di hutan kota itu, sudah kita sampaikan secara langsung ke pihak BBKSDA Provinsi Riau sejak di hari Jumat (14/6/2024) malam. Dengan harapan bisa secepatnya tim BBKSDA Riau turun,” kata Denni S.Sos kepada wartawan.
Kepala Seksi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Rokan ini mengatakan, hal itu menyikapi
keberadaan seekor beruang madu yang berkeliaran di Hutan Kota Pasirpengaraian. Sehingga ini satwa liar yang meresahkan warga beraktivitas di kawasan Kompleks Perkantoran Bina Praja Pemda Rohul.
Menurutnya, UPT KPH bertindak sebagai fasilitator dan berkoordinasi dengan BBKSDA Riau atas permintaan Pemkab Rohul melalui BPBD Rohul terkait relokasi hewan satwa liar beruang madu yang muncul di Komplek Perkantoran Bina Praja Pemda Rohul.
‘’Kita masih menunggu informasi dari Tim BBKSDA Riau. Janjinya, segera turun. Mereka akan ke Rohul koordinasi dengan UPT KPH Rokan. Kita minta surat BPBD Rohul itu ditindaklanjuti secepatnya oleh BBKSDA Riau, jangan sampai menunggu jatuhnya korban, akibat mengamuknya seekor beruang madu karena terganggu,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Rohul H Ridarmanto SIP MIP melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP saat dikonfirmasi menjelaskan, pemerintah daerah dalam hal ini BPBD Rohul telah menyurati BBKSDA Riau, terkait permintaan bantuan relokasi terhadap seekor beruang tersebut di area hutan Kota Pasirpengaraian.
Di samping, personel BPBD, Satpol PP dan TNI, sejak Sabtu (15/6/2024) siang, sudah melaksanakan patroli di Hutan Kota, untuk memastikan keberadaan satwa liar yang menyasar belakang Kantor Bupati Rohul. Namun dari hasil patroli bersama, tidak ditemukan beruang madu tersebut.
“Dari hasil monitor dan patroli bersama tadi siang BPBD, Satpol PP dan TNI di hutan Kota belakang Kantor Bupati Rohul, tidak kita temukan. Tapi kita tidak bisa pastikan atau simpulkan, apakah satwa liar itu telah pergi atau masih bersembunyi di hutan kota yang luasnya 6,97 hektare. Kita tetap menunggu Tim BBKSDA Riau turun ke sini, memastikan keberadaan beruang madu warna hitam bermoncong putih itu, apakah masih ada atau tidak,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Rohul Gorneng SSos MSi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga telah menutup sementara pintu gerbang masuk Hutan Kota Pasirpengaraian sejak munculnya beruang madu yang telah menyasar ke dalam hutan kota, hari Jumat (14/6/2024) pukul 17.30 WIB hingga sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Hingga nantinya dipastikan, keberadaan beruang madu tersebut benar-benar sudah tidak ada lagi di dalam hutan kota belakang Kantor Bupati Rohul, sebagai antisipasi tidak terjadinya sesuatu yang tidak dinginkan terhadap pengunjung Hutan Kota Pasirpengaraian.
‘’Selama ini kita standby-kan dua personel Satpol PP yang ditugaskan piket di Hutan Kota Pasirpengaraian, dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban. Kita akan menunggu informasi dari Tim BBKSDA Riau untuk kepastian keberadaan beruang madu tersebut benar-benar sudah tidak ada lagi di hutan kota,’’ jelasnya. (Dairul)