DERAKPOST.COM – Kesepakatan bersama serta perjanjian kerja sama dilaksanakanya Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar. Ini bentuk komitmen kedua daerah tingkatkan sinergi di berbagai sektor pelayanan publik.
Penandatanganan ini dilakukan Pj Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa dan serta Pj Bupati Kampar.
Kerja sama yang ditandatangani meliputi dua sektor utama, yaitu aglomerasi transportasi umum dan pengelolaan sampah. Dalam rangka pengembangan aglomerasi transportasi, Trans Metro Pekanbaru (TMP) nantinya akan diperluas hingga ke wilayah Kabupaten Kampar.
“Bus TMP kita akan masuk ke wilayah Kampar, seperti ke Pandau dan Danau Bingkuang,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Kamis (5/9/2024). Indra menjelaskan bahwa Pemkab Kampar akan memberikan insentif kepada TMP Pekanbaru mempermudah masyarakat Kampar yang beraktivitas di Pekanbaru.
Ini katanya, sangat penting bertujuan agar masyarakat Kampar, khususnya di daerah perbatasan itu bisa mengakses layanan transportasi umum yang lebih baik dan terhubung dengan Pekanbaru. Seperti hal yang sudah dilakukan selama ini bus TMP ada melayani rute perbatasan, di Pandau.
Selain transportasi, kerja sama ini juga mencakup pengelolaan sampah antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru dan DLHK Kabupaten Kampar.
Penandatanganan MoU terkait pengelolaan sampah dilakukan Kepala DLHK kedua daerah, dan akan dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama yang lebih detail.
“MoU terkait pengelolaan sampah ini ditandatangani Kepala DLHK dari kedua daerah. Ke depan, akan ada perjanjian kerjasama lebih detail terkait lingkungan hidup dan pengelolaan sampah,” jelas Indra.
Meski saat ini fokus kerja sama masih pada transportasi dan lingkungan hidup, Indra Pomi menekankan bahwa ke depannya kerja sama diperluas ke bidang-bidang lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Banyak anak-anak dari Kampar yang bersekolah di Pekanbaru. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kampar di daerah perbatasan. Sering dirujuk ke fasilitas kesehatan di Pekanbaru seperti RSUD Madani.
“Harapan kita kerja sama perbatasan ini mesti kita kembangkan terus. Karena dari kasat mata sendiri batas antara kita, Kampar, Siak dan Pelalawan itu sudah tidak bisa dilihat lagi karena masyarakatnya sudah sangat berbaur. Hanya bisa dilihat dari batas alam, batas wilayah maupun identitas KTP,” tambah Indra. (Ferry)