PEKANBARU, Derakpost.com- Mencuat sengkarut diantaranya Wali Kota Dumai Paisal dengan Gubernur Riau Syamsuar, terkait tidak terakomodir pembangunan di daerah. Dan dipertontonkan di media itu berbalas pantun. Akhirnya, Hardianto angkat bicara.
Wakil Ketua (Waka) DPRD Riau ini minta pejabat publik itu sebaiknya tidak perlu mengumbar-umbar di media, dan yang kemudian membuat keributan di tengah masyarakat. Semestinya ini masyarakat tak perlu memikirkannya.
“Kasihan masyarakat, bingung mereka, kondisi ekonomi begini, memikirkan perut saja sudah susah. Yang menjadi persoalan itu tupoksi dan kewenangan kita. Tidak ada satupun persoalan yang tidak bisa diselesaikan komunikasi dan silaturahmi,” katanya.
Sekretaris DPD Gerindra Riau tegaskan, persoalan ini hanya karena komunikasi yang terhambat saja. Karena, sambung dia, apakah usulan pembangunan sudah disampaikan tapi di follow up Pemprov? Atau sudah di follow up tak terealisasi karena keterbatasan anggaran.
“Saya pribadi sampai detik ini tak tahu apa itu, karena tak pernah dikomunikasi. Kalau disampaikan kepada anggota lain, mungkin saja. Kalau saya dikasih tahu, itu pasti akan saya perjuangkan dan ini saya sendiri tidak tau apa yang menjadi hambatannya,” terangnya.
Sebagai anak Kota Dumai yang menjadi pimpinan DPRD Riau, Hardianto ungkap, dirinya tidak tahu apa usulan diributkan oleh Wali Kota Dumai, karena dirinya ini tidak pernah diajak bicara. Walau begitu kata dia, akan memanggil Pemprov Riau melalui Bappeda untuk menjelaskan. **Rul