DERAKPOST.COM – Masyarakat Pelalawan ini dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial, yang memperlihatkan empat ekor Harimau Sumatera itu, yang melintasi di Jalan koridor PT RAPP.
Satwa Harimau Sumatera, dilindungi itu, informasinya yang berada di kilometer 36 di sekitar areal perkebunan kelapa sawit di Pelalawan. Setidaknya itu, ada tiga atau empat ekor satwa melintasi jalan tersebut direkam warga.
“Nah ini, tiga ekor, tiga ekor,” kata perekam didalam video yang diterima redaksi. Yakni tampak jelas, ada satwa dengan beriringan satu persatu menyeberangi jalan tanah itu. Dari dalam mobil, direkam oleh seseorang sambil berkomunikasi, dengan rekan kerja melalui saluran HT.
Terkait viral video tersebut, dikonfirmasi ke pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau itu menanggapi bahwa video yang beredar adalah video lama yang kembali dimunculkan.
“Hasil itu, konfirmasi kami sama pihak tim konservasi konsesi HTI. Hal itu video lama sudah di take down. Namun, dimunculkan kembali,” jawab singkat Kepala BKSDA Riau Genman S Hasibuan, Rabu (7/8/2024).
Namun, hal berbeda disampaikan melalui Kabid BKSDA Hansen Siregar, saat diminta tanggapan Haluanriau.co. Ia membenarkan keberadaan video tersebut. Tapi meskipun demikian, pihak berwenang belum ini dapat memastikan keaslian video tersebut serta waktu pengambilannya.
Hansen Siregar juga menambahkan bahwa pihak BKSDA sekarang sedang melakukan penelusuran lebih lanjut hal memverifikasi kebenaran pada video tersebut. Meskipun begitu, video-video lama itu yang diperiks a itu, tidak menunjukkan ada harimau seperti berkelompok di lokasi yang sama.
Terkait hal masyarakat di Pelalawan sudah dihebohkan dengan beredar video di media sosial yang memperlihatkanya empat ekor harimau Sumatera melintas di jalan koridor RAPP kilometer 36. Informasi ini, diketahui video tersebut sejak Senin (4/8/2024).
Sebagai respons terhadap video yang viral, pihak manajemen RAPP estate Pelalawan ini sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat. Khususnya, pada pengendara sepeda motor, untuk kewaspadaan diketika melintas di area tersebut. Dikarena, lokasi kejadian berada di Semenanjung Kampar, habitat alami harimau Sumatera. (Dairul)