DERAKPOST.COM – Kementerian ESDM menjelaskan rencana hal penghapusan BBM dengan kadar oktan rendah yang mulai dilakukan pada 1 Januari 2023 mendatang.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas Kementerian ESDM, Mirza Mahendra menjelaskan, sesuai dengan Permen ESDM Nomor 048 Tahun 2005, tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) serta Pengawasan Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, Bahan Bakar Lain, LPG, LNG dan Hasil Olahan yang Dipasarkan di Dalam Negeri, bahan bakar minyak yang dipasarkan di dalam negeri mengacu kepada Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (DJM).
“Saat ini, standar dan spesifikasi BBM jenis bensin yang dipasarkan dalam negeri dengan octane number terendah adalah jenis bensin 88, yang mengacu SK DJM Nomor 933.K/10/DJM.S/2013 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin 88 yang Dipasarkan Dalam Negeri,” kata Mirza dikutip dari detikcom, Minggu (18/9/2022).
Mirza menuturkan, SK DJM Nomor 933.K/10/DJM.S/2013 dinyatakan tidak berlaku mulai 1 Januari 2023 mendatang. Hal itu sebagai bentuk menurunkan emisi karbon melalui penurunan emisi buang kendaraan bermotor.
SK DJM dicabut melalui SK DJM No. 85.K/HK.02/DJM/2022 tentang Pencabutan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 933.K/10/DJM.S/2013 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin 88 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
“Mulai tanggal 1 Januari 2023, standar dan spesifikasi BBM jenis bensin yang dipasarkan di dalam negeri minimal wajib mempunyai octane number (RON) minimal 90, yang mengacu kepada SK DJM Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Spesifikasi BBM Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri,” bebernya.
Selain itu, bensin yang dipasarkan di dalam negeri juga mengacu kepada SK DJM Nomor 110.K/MG.01/DJM/2022 tentang Standar dan Spesifikasi BBM Jenis Bensin (Gasoline) RON 91 dan RON 95 yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Kemudian, SK DJM 0177.K/10/DJM.T/2018 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin (Gasoline) RON 98 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
Diketahui, Menteri ESDM Arifin Tasrif menuturkan, saat ini pabrikan otomotif sudah mempersyaratkan penggunaan BBM yang ramah lingkungan.
“Karena memang gini ya yang namanya otomotif manufacturer sudah mempersyaratkan untuk kendaraan-kendaraannya itu harus menggunakan BBM ramah lingkungan,” sebutnya.
Arifin mengungkapkan, jika tidak menggunakan BBM ramah lingkungan maka tidak mendapat jaminan dari pabrikan. “Persyaratannya, kalau tidak menggunakan sesuai dengan spek jaminan dari pabrikannya nggak ada. Ini juga harus dipahami,” tukasnya. **Rul